Cara Meningkatkan Minat Belajar

0
12
Ketika dikampus atau di sekolah, mungkin seseorang harus berguru bahan kuliah/pelajaran yang tidak menarik atau sepertinya tidak punya arti. Namun, semua itu harus ia pelajari dan harus lulus saat menempuh ujian bahan yang tidak disukainya itu. Sebenarnya, bahan yang tidak disukai itu memiliki arti sebagaimana materi-materi yang lain. Betapa banyak orang yang tertarik padanya dan bahkan mereka meniti karier dengan menggelutinya. Hanya dialah yang tidak tertarik padanya. Karena itu, ia harus berusaha tertarik kepadanya. Dengan kata lain, hendaklah ia berusaha semoga memiliki minat terhadap bahan yang tidak diminatinya, dengan cara berikut :
  1. Hendaklah ia berpikir perihal bagaimana dan mengapa suatu bahan (kuliah atau    pelajaran) yakni penting terhadap pendidikan pada umumnya atau jurusan yang dipilihnya. Biologi mungkin tidak menarik baginya, tapi jikalau ia ingin mengetahui perihal anatomi dan fungsi tubuh, biologi sanggup membantu.  Fisika mungkin tidak menarik minat, namun jikalau ia ingin mengerti perihal inovasi angkasa sedikit bahan fisika mungkin sanggup berguna. Karena itu, minatnya harus diperluas. Sebab keluasan dan variasi minat terhadap beberapa bahan kuliah atau pelajaran sanggup membantunya mengerti dunia modern dan mengukur perkembangannya sebagai insan cendekia dan berwawasan luas.
  2. Hendaklah ia berpikir bagaimana sebuah mata kuliah atau pelajaran bekerjasama dengan mata kuliah atau pelajaran yang lain atau dengan waktu, kawasan atau masalah-masalah lain. Walaupun agenda kuliah/pelajaran terpisah, tapi tidak berarti seseorang berguru materi, informasi, dan pandangan gres yang terpisah. Ilmu ekonomi bekerjasama dengan ilmu matematika. Ilmu agama berkaitan dengan ilmu sejarah, sosiologi, hukum, psikologi, dan sebagainya. Suatu bahan yang sepertinya tidak menarik mungkin sanggup menarik bila dikaitkan dengan bahan lain.
  3. Minat (interest) tergantung pada ‘mengerti’ (understand). Jika seseorang tidak mengerti aturan main catur, ia tidak akan tertarik memainkannya. Tapi bila ia berguru sehingga mengerti aturannya, kemungkinan besar tertarik memainkannya. Sama halnya mata kuliah atau mata pelajaran. Bila seseorang tidak mengerti rumus-rumus gravitasi dalam ilmu fisika, ia tidak akan tertarik padanya. Tetapi bila rumus-rumus itu dipelajari dengan sungguh-sungguh, ada kemungkinan rumus-rumus yang lain gampang dipahami sehingga semua bahan yang bersangkutan menarik perhatian. Karena itu, saat seseorang mulai berguru subjek atau bahan baru, usahakan terbuka. Jangan memulai dengan berpikiran bahwa bahan itu membosankan dan sulit. Bila seseorang gagal mempelajari satu point informasi atau satu masalah, semua informasi berikutnya akan menjadi kabur. Karena kegagalan inilah seseorang kehilangan ketertarikann padanya. Untuk itu, perlu berguru dengan teratur dan jangan takut untuk bertanya perihal sesuatu yang tidak dimengerti.

Dengan melaksanakan cara-cara di atas, ketertarikan seseorang terhadap bahan tertentu sanggup dirangsang dengan aneka macam dorongan dan dikembangkan dengan melaksanakan kaji diri perihal persepsinya terhadap mata kuliah atau mata pelajaran yang dipelajari.
Sebagaimana telah dijelaskan, berguru sering diidentikkan dengan membaca sebab dengan membaca seseorang sanggup memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan. Minat membaca sanggup ditumbuhkan dan ditingkatkan sesuai tingkat kecerdasan seseorang, yaitu kecerdasan bahasa (linguistik), kecerdasan logika (matematika), kecerdasan musik, kecerdasan gambar, visual, kecerdasan kinestik (olah tubuh), kecerdasan intrapersonal (memahami sesama), kecerdasan intrapersonal (memahami diri-sendiri), kecerdasan natural (alam), dan kecerdasan eksistensial. Dengan menyadari dan memahami bermacam-macam jenis kecerdasan tersebut. Seseorang sanggup meningkatkan minat membaca baik bahan atau informasi yang disukai maupun tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here