Astaga, Tengkorak Anak Ini Berbentuk Kerucut, Menciptakan Matanya Seolah Keluar

0
7
Astaga, Tengkorak Anak Ini Berbentuk Kerucut, Membuat Matanya Seolah Keluar – Petero Byakatonda tinggal di sebuah desa terpencil di Uganda. Terlahir dengan kelainan yang sangat langka, tengkoraknya Seolah berbentuk kerucut, meremas otaknya dan menghancurkan penglihatannya. Untuk menyelamatkannya, Petero dipindahkan ke Dallas, Texas untuk dilakukan operasi.



Petero menderita kelainan genetik langka yang dikenal dengan Crouzon’s Syndrome atau Crouzon’s Disease. Penyakit ini hanya mempengaruhi satu dari sepuluh ribu bayi gres lahir dan perlu diperiksa dalam beberapa bulan sehabis kelahiran. Karena desa Petero begitu terpencil, sehingga ia tidak diobati. Sungguh luar biasa bahwa ia masih sanggup bertahan hidup.
Dalam Penyakit Crouzon, tengkorak tidak sanggup berkembang ketika otak tumbuh. Otak dipaksa tumbuh ke arah yang paling tidak tahan.
Dr Kenneth Salyer jago bedah kraniofasial terkemuka yang merawat Petero menjelaskan “Petero telah berakhir dengan tengkorak berbentuk menara alasannya ialah ini ialah area paling lemah dari tengkorak. Kaprikornus otak tumbuh bukan maju. Hal ini sanggup menyebabkan penyempitan otak hingga pada titik di mana mungkin ada herniasi di dasar otak dan simpulan hidup “.
Kepala cacat yang diderita Petero membuat ia ditakuti banyak orang dan disiksa oleh orang-orang di desanya, sepanjang hidupnya. Hal-hal tersebut menciptakan Petero menjadi penyendiri, hingga suatu ketika sebuah kendaraan beroda empat tiba di desa tersebut. Anehnya Petero tidak tertarik untuk bersembunyi kala itu. Seorang pekerja sosial tiba mengunjungi anak lain. Dia melihat Petero dan mengambil foto yang dikirimnya ke dokter, yang tahu wacana Dr Salyer dan tubuh amal di Dallas. Hingga operasi untuk derma Petero dimulai.
Untungnya operasi yang dijalankan itu berhasil.
Sembilan ahad sehabis operasi, tulang-tulang muka Petero telah sembuh ibarat anak lainnya. Dengan kehidupan dan penglihatannya sekarang, serta kepala yang gres dibuat dan mata yang tampak rapi, karenanya Petero pulang ke keluarganya di Uganda.