Aspek-Aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyebarkan Profesionalisme Guru

0
14


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
           Seorang pendidik atau guru ialah seorang figur pemimpin. Guru ialah  sosok arsitek yang sanggup mendidik jiwa dan tabiat penerima didik. Guru berperan dalam membangun mental dan kepribadian penerima  didik menjadi seorang yang berkarakter mulia. Oleh alasannya ialah itu, guru di haruskan untuk membangun  profesionalitas diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
           Sorang guru harus menjadi teladan tauladan dalam kehuidupan bermasyarakat, alasannya ialah profesi guru mempunyai nilai norma yang sangat dihormati. Ada pepatah jawa yang menyampaikan bahwa guru ialah digugu dan ditiru. Guru bukanlah seorang yang hebat,tapi semua orang ahli ialah hasil karya dari guru.

 BAB II
PEMBAHASAN
A.    Profesionalisme  Guru
Profesionalisme bersal dari kata profession dalam bahasa Inggris demikian  menurut Jalal dan Baharuddin yang sudah dikutib oleh Abu Bakar dkk. Profesionalisme guru ialah bagaimana seorang guru sedapat mungkin memenuhi kiprah dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik sesuai dengan standard operational prosedur(SOP) yang telah dditetapkan oleh Kemendikbud republik indonesia.
Ciri-ciri profesionalisme guru
1.      Seorang guru yang profesional harus menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkanya dengan optimal dan meningkatkan dan membuatkan ilmu pengetahuan yang diajarkanya sehingga selalu update.
2.      Seorang guru yang berpegang pada profesionalisme harus mempunyai kemampuan mengajarkan atau memberikan ilmu yang dimilikinya kepada murid-muridnya secara optimal.
3.      Seorang guru yang profesional selalu berpegang teguh kepada instruksi etik profesional.
B.     Aspek-aspek yang harus diperhatikan Guru Profesional
Kamal Muhammas Isa beropini bahwa seorang guru harus mempunyai banyak sekali sifat dan perilaku sebagai berikut antara lain :
1.      Seorang guru haruslah seorang yang siap memikul tanggung jawab dan menunaikan amanah dalam pendidikan generasi muda.
2.      Seorang guru harus mempersiapkan dirinya biar sanggup melakukan tugasnya sebagai pendidik yang sanggup dipertanggung jawabkan baik kepada pemerintah selaku operator pendidikan maupun tanggung jawab secara akhlak kepada masyarakat.
3.     Seorang guru semata mata hanya mengharapkan ganjaran dari Allah SWT, dan janganlah seorang guru mempunyai rasa tamak,sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Hud as dalam Q.S. Huud ayat 51 yang artinya ‘Hai kaumku, Aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang Telah menciptakanku. Maka Tidakkah kau memikirkan(nya)?”
4.      Seorang guru harus memilki perilaku yang terpuji, berhati welas asih , berjiwa mulia, niatnya ikhlas, taqwanya hanya pada Allah, ilmunya banyak dan akil memberikan banyak sekali buah pikirannya sehingga penjelasannya gampang ditangkap dengan atau tanpa alat peraga.
.8.      Seorang guru harus mengasihi muridnya. Tidak boleh sombong dan dihentikan menjauh, sebaliknya ia harus mendekati anak didiknya (Isa, 1994:64-67).
 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Profesionalisme guru ialah tingkat atau derajat penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sebagai guru yang di dukung dengan keterampilan dan  kode etik.
2.      Seorang pendidik yang menjunjung tinggi nilai professionalisme harus mempunyai beberapa aspekantara lain:
a)      Siap mengemban tanggung jawab dan amanah sebagai pendidik
b)      Selalu  mempersiapkan diri sebagai pendidik, pengajar, pelatih, dan pendamping
c)      Tidak tamak dan batil sehingga hanya mengharap akhir dari Allah SWT
d)      Seorang pendidik  harus mempunyai sifat terpuji, lemah lembut, berjiwa mulia dan niat yang ikhlas
e)      Berpenampilan selalu sopan dan rapi
f)       Pendidik harus menyukai dan mengasihi muridnya,tidak boleh angkuh

3.      Professionalisme seorang pendidik ialah segala tindak tanduk atau perilaku dan perbuatan guru baik di sekolah maupun dilingkungan masyarakat yang mengimplementasikan nilai luhur dan mulia.


DAFTAR PUSTAKA
Bakar ,Abu Dkk. 2009.Profesi Keguruan Paket 1.surabaya: AprintA
Bakar,Abu Dkk.2009.Profesi Keguruan Paket 3.surabaya: AprintA
Nata, Abuddin. 2003.Manajemen Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
 Susanto Hadi. 2013.profesionalisme guru dalamhttp://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/04/18/profesionalisme-guru, diakses pada 14 oktober 2014, jam 14:57

Supriyadi.2001.Strategi Belajar Mengajar Surabaya:Cakrawala Ilmu,

Judul :  Aspek-aspek Yang  Perlu  Diperhatikan dalam Mengembangkan Profesionalisme Guru
Penulis : Arif Mauzen