Aspek – Aspek Kemandirian Mencar Ilmu

0
10
Aspek-aspek Kemandirian Belajar. — Kemandirian berguru tumbuh sebab dimilikinya keterampilan berguru dan motivasi diri untuk melaksanakan acara belajar. Mahasiswa yang kurang atau tidak mempunyai keterampilan berguru yang memadai, mereka tidak sanggup melaksanakan acara berguru sendiri, sebab mereka senantiasa tergantung dan mengharapkan dukungan orang lain.
Di samping penguasaan keterampilan belajar, pebelajar perlu dimotivasi biar tumbuh keinginan untuk melaksanakan sendiri sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, tanpa paksaan, tetapi berdasarkan kesadaran, inisiatif, pilihan, dan tanggung jawab sendiri untuk mencapai keberhasilan belajarnya. Dengan demikian, untuk meningkatkan taraf kemandirian berguru mahasiswa, mereka perlu memperoleh bimbingan keterampilan berguru dan motivasi belajar.
Kemandirian berguru yang dikembangkan dalam uraian ini mengacu kepada kriteria kemandirian berguru berdasarkan Davis (Kamil, 2007) mencakup: 
Kemandirian dalam Pengetahuan
Untuk membuatkan kemandirian dalam aspek pengetahuan pada mahasiswa, dosen pembimbing sanggup melaksanakan bimbingan dengan beberapa strategi, ibarat brainstorming untuk mengenal pedoman akademik, kalender akademik, peraturan dan ketentuan yang berlaku, dan pengenalan dasar-dasar keterampilan belajar.
Mahasiswa dengan kemandirian berguru yang memadai sanggup terlihat indikatornya dalam aspek pengetahuan. Mereka mengetahui dan memahami disiplin akademik, termasuk sangsinya, baik sangsi administratif dan sangsi etika yang difahami sanggup merugikan dirinya. Mendisiplin diri membutuhkan pengetahuan atau kognisi yang cukup. Mahasiswa yang kurang cerdas kognisinya, cenderung kurang mengindahkan kedisiplinannya. Mahasiswa dengan kemandirian yang memadai, mereka mengetahui dan memahami dasar-dasar keterampilan tertentu yang penting bagi kehidupan dan pembelajarannya, misalnya, mereka tahu dan paham seni administrasi mengikuti kuliah secara efektif, teknik membaca buku, menulis karya ilmiah, atau presentasi. Di samping itu, mahasiswa dengan kemandirian yang memadai tahu dan paham pentingnya menjalin relasi antar sesama yang mempunyai kegunaan untuk membuatkan kemampuannya, mereka juga tahu dan paham relasi ibarat apa yang perlu dijalin dengan sesama atau dengan orang lain yang relevan.
Dengan demikian, mahasiswa yang berdikari tidak berarti mereka mengisolir diri dari pergaulan sosial, tetapi mereka sanggup beradaptasi dengan lingkungan sosial, sanggup bersosial, dan sanggup memetik manfaat dari relasi sosial untuk pengembangan dirinya, dan yang tidak kalah pentingnya bahwa mahasiswa dengan kemandirian yang memadai tahu nilai kemandirian, ibarat prinsip-prinsipnya, urgensinya, dan implikasi dari kemandirian terhadap kemajuan belajarnya atau kehidupannya secara luas.
Kemandirian dalam Keterampilan
Untuk membuatkan kemandirian dalam aspek keterampilan, mahasiswa sanggup dilatih oleh pembimbing dengan latihan menuntaskan suatu kiprah dalam waktu yang telah ditentukan kemudian dilihat bagaimana mereka melaksanakan prosedurnya, dan bagaimana hasilnya, sesudah itu mahasiswa diminta merefleksikan misal: “apa yang mereka rasakan” (what you feels?), “apa yang terjadi” (what you happens?), dan “pelajaran apa yang sanggup dipetik dari pengalaman tersebut” (what you learns?).
Mahasiswa yang berdikari sanggup terlihat indikatornya dalam aspek keterampilan, seperti: mereka terampil melaksanakan prosedur-prosedur akademik yang harus dilalui untuk menuntaskan suatu kiprah belajar, dan mereka juga sanggup mengikuti mekanisme – mekanisme itu tanpa kendala berarti. Indikator lainnya yang sanggup terlihat ialah mereka terampil bergaul dengan orang lain secara sukses, sanggup diterima oleh orang lain, tidak merugikan orang lain, dan sanggup memetik manfaat dari pergaulan tersebut. 
Kemandirian dalam Sikap
Untuk membuatkan kemandirian dalam sikap, mahasiswa sanggup dilatih oleh pembimbing dengan latihan motivasi dan latihan meluaskan kemampuan mereka dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan.
Kemandirian mahasiswa juga sanggup terlihat dalam aspek sikap, dengan indikator seperti: mereka bisa bersikap berdikari dan profesional dalam memahami sifat kemandirian, mereka juga bersikap berdikari dan profesional dalam berkomitmen terhadap kemandirian yang ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan tanpa merugikan orang lain, pantang mengalah sebelum berusaha, percaya diri terhadap kemampuan sendiri, dari mempunyai keyakinan bahwa usahanya yang maksimal akan sanggup mencapai tujuan dan cita-citanya. Indikator lainnya ialah mereka iuga bisa bersikap berdikari dan profesional dalam melaksanakan sesuatu secara berdikari di mana pun dan kapan pun, termasuk mereka tahu kapan saatnya memerlukan dukungan orang lain, dan kapan saatnya sanggup membantu orang lain.
Judul Buku : Bimbingsn Keterampilan dan Kemandirian Belajar
Penulis : Eti Nurhayati
Halaman : 80 -83