Analisis Dan Refleksi Fenomena Guru Terpuji / Teladan

0
29


PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG  
       Terjadinya perubahan tingkah laris yang ditunjukan oleh penerima didik bisa jadi dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru. Dengan kata lain guru mempunyai imbas terhadap perubahan sikap dan sikap penerima didik. Tentu kepribadian yang baik dari seorang duru akan menawarkan teladan yang baik kepada penerima didik, sehingga guru akan menjadi seseorang yang sanggup digugu dan ditiru, semua perkataanya bisa diterima dan semua perbuatanya bisa ditiru atau menjadi teladan bagi penerima didiknya.
       Manusia memang tidak ada yang sempurna, pernah berbuat salah dan dosa. Begitupun dengan seorang guru, niscaya pernah melaksanakan kesalahan. Namun, ketika seorang guru melaksanakan kesalahan maka respon penerima didik atau masyarakat akan lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
       Ini bisa terjadi kerena intinya guru itu merupakan teladan bagi penerima didik dan juga masyarakat, dengan demikian hendaknya para guru harus berhati-hati dalam bertindak yang tidak baik. Karena sebagai guru harus bisa menawarkan pola hal-hal yang baik dan menjadi teladan kepada penerima didik, bukan sebaliknya. 
 
PEMBAHASAN
A. Guru terpuji/teladan
       Profesi guru dikala ini mulai menarik perhatian masyarakat. Profesi guru menjadi keinginan dalam mengatasi perubahan di masyarakat dikala ini. banyak sekali pihak merasa bahwa bangsa Indonesia telah mengalami perubahan, bahkan penurunan yang sangat dramatis, baik dalam abjad maupun budaya sebagai jati diri bangsa.
        Guru diperlukan bisa menanamkan kembali abjad bangsa yang sudah semakin berubah melalui pendidikan. Profesi guru menjadi keinginan semua pihak, ketika perhatian pendidik informal sedang bergeser pada myopia politik sebagai sebuah lompatan. Guru mempunyai imbas yang signifikan dalam proses pembelajaran yang akan mewujudkan kepribadian handal dan terpuji bagi penerima didik.
       Peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan tidaklah mudah. Seorang guru ditutut untuk menjadi figur ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handyani. Ungkapan ini, berdasarkan Ki Hajar Dewantara diartikan sebagai sifat pemimpin (guru) harus bisa memberi telajan, juga harus bisa memberi motivasi kepada penerima didik dikelas.
        Keteladanan yakni segala sesuatu yang terkait dengan perkataan, perbuatan, sikap, dan prilaku seseorang yang sanggup ditiru atau diteladani oleh pihak lain. Guru yakni tenaga profesional dengan kiprah utama mendidik, mengajar, membimbing, dan mengevaluasi penerima didik pada pendidikan formal.         
       Jadi, guru teladan yakni guru yang bisa dan mempunyai sikap, prilaku, perkataan, mental, maupun yang berkaitan  dengan budbahasa dan moral yang patut dijadikan pola bagi penerima didik. Semua ini harus dimiliki oleh seorang guru untuk dijadikan dasar dalam membangun kembali etika, moral, dan budbahasa yang sudah hingga pada tingkat yang sangat rendah.  
       Kegiatan guru di sekolah harus mencerminkan nilai-nilai kebaikan. Segala isu dan pengetahuan yang disampaikan oleh guru yakni kebaikan. Oleh alasannya itu profesi guru sebagai symbol kebaikan, pencerahan dan pencerdasan penerima didik merupakan suatu keteladanan yang patur ditiru oleh semua pihak, baik masyarakat maupun penerima didik.
B. Analisis dan refleksi fenomena guru teladan
       Hamalik (2001) menyatakan bahwa menjadi guru yakni suatu pekerjaan profesional, jabatan guru memerlukan keahlian khusus yang menuntut seorang guru itu harus menguasai seluk-beluk pendidikan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainnya, supaya sanggup menjalankan tugasnya dengan baik dan secara otomatis akan bisa menghasilkan output yang baik.
       Sebagai teladan untuk penerima didik  guru harus mempunyai kepribadian yang baik dan sanggup dijadikan sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga harus selalu melaksanakan perbuatan yang positif terutama di depan penerima didiknya semoga sanggup mengangkat kewibawaannya.    
        Selain itu kompetensi kepribadian guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk langsung penerima didik guna menyiapkan dan membuatkan sumber daya insan (SDM), mensejahterakan serta memajukan masyarakat, bangsa, dan negara.
      Sebagai suatu profesi, jabatan guru menuntut kriteri profesional dan dikategorikan pada guru teladan dan terpuji sebagai berikut:
1. Fisik Seorang guru yang profesional seyogjanya mempunyai fisik yang baik menyerupai halnya; 1) Sehat jasmani. 2) Tidak mempunyai cacat badan yang bisa menimbulkan ejekan atau cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik.
2. Mental /kepribadian Kepribadian bagi guru merupakan faktor penting guna memperoleh iktikad dari penerima didik, guru diperlukan mempunyai mental/kepribadian yang baik.
      Dengan semua kepribadian yang dimiliki itulah yang akan memilih apakah seorang guru menjadi pendidik  yang baik atau bahkan sebaliknya  menjadi perusak  bagi masa depan penerima didiknya.
Berikut hal-hal yang harus dimiliki oleh guru teladan/terpuji;                                              
a) Berkepribadian Seorang guru yang mempunyai kepribadian yang baik maka akan disenangi oleh penerima didik.
b) Berbudi pekerti luhur
c) Berjiwa kreatif, sanggup memanfaatkan rasa pendidikan yang ada secara maksimal.
d) Mampu menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa. 
f) Mampu membuatkan krativitas dan tanggung jawab yang besar akan tugasnya.
g) Mampu membuatkan kecerdasan yang tinggi.
h) Bersifat terbuka, peka dan inovatif.
i) Menunjukkan rasa cinta terhadap profesinya.
j) Memiliki sense of humor.
3. Keilmiahan/pengetahuan
       1) Memahami ilmu yang sanggup melandasi pembentukan pribadi.
       2) Memahami ilmu pendidikan dan keguruan, serta bisa menerapkannya dalam tugasnya sebagai pendidik.
       3) Memahami, menguasai, serta menyayangi ilmu pengetahuan yang akan diajarkan.
       4) Memiliki pengetahuan yang cukup dibidang-bidang yang lain.
       5) Senang membaca buku-buku ilmiah.
       6) Memahami prinsip acara berguru mengajar.
 4. Keterampilan
 1) Mampu menyusun materi pelajaran atas dasar pendekatan struktural, interdisipliner fungsional, behavior, dan teknologi.
 2) Mampu menyusun Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)
3) Mampu memecahkan dan melaksanakan teknik-teknik mengajar yang baik dalam  mencapai tujuan pendidikan.
 4) Mampu merencanakan dan melaksanakan penilaian pendidikan.
     5) Memahami dan bisa melaksanakan acara dan pendidikan luar sekolah.
 6) Kompetensi profesional guru, selain berdasarkan pada talenta guru, unsur pengalaman dan pendidikan memegang peranan yang sangat penting.


PENUTUP
A. KESIMPULAN
       Guru terpuji/teladan yakni guru yang mempunyai sifat mulia yang sanggup menjadi teladan bagi penerima didiknya, Guru yang terpuji/teladan hendaknya menguasai sikap profesional keguruan dan kompetensi guru profesional. Guru sebagai role model bagi penerima didik sudah menjadi keharusan untuk mempunyai kepribadian yang baik, alasannya penerima didik selalu menyamakan dirinya pada guru mereka, untuk itu sudah seharusnya bagi seorang guru menjadi suri tauladan bagi penerima didiknya. 


DAFTAR PUSTAKA
Bahar, Herwina, (2016), Etika dan Profesi Keguruan, Tangerang selatan, FIP UMJ
Rahman, Muhammad dan sofan amri, (2014), Kode Etik Profesi Guru (Legalitas, Realita, dan Harapan), Jakarta, PRESTASI PUSTAKA 
Judul :  Analisis dan Refleksi Fenomena Guru Terpuji / Teladan
Penulis : FATHUL MUBIN