Ajaib! Perempuan 65 Tahun Penderita Kanker Otak “Berhenti Makan Nasi” Dan Menggantinya Dengan “Jenis Masakan Ini”, Siapa Sangka Sel Kanker Dalam Tubuhnya Berhenti Berkembang!

0
24
Menggunakan diet untuk mengendalikan pertumbuhan kanker. Kanker ialah penyakit ganas yang paling serius. Sebagian besar orang ketika ini hanya mengetahui cara pengobatan kanker ialah melalui kemoterapi. Padahal, selain itu masih ada beberapa cara alternatif yang sanggup dilakukan, contohnya melalui terapi diet. Terapi diet ini terbukti sanggup mengendalikan pertumbuhan kanker dan salah satu terapi diet yang sedang terkenal ketika ini ialah terapi diet ketogenik.

 Menggunakan diet untuk mengendalikan pertumbuhan kanker Ajaib! Wanita 65 Tahun Penderita Kanker Otak “Berhenti Makan Nasi” dan Menggantinya Dengan “Jenis Makanan Ini”, Siapa Sangka Sel Kanker Dalam Tubuhnya Berhenti Berkembang!
Rudy Mawer, seorang sports nutritionist di International Society of Sports Nutrition, menerbitkan sebuah makalah di situs AuthorityNutrition yang menjelaskan imbas diet ketogenik terhadap kanker.
Apa itu diet ketogenik?
Diet ketogenik ialah diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Pengurangan asupan karbohidrat menyebabkan tubuh kita mengalami sebuah keadaan metabolisme yang disebut ketosis, yaitu kondisi di mana tubuh sudah tidak mempunyai lagi karbohidrat (glukosa) untuk diproses menjadi energi sehingga organ hati memproduksi keton untuk dipakai sebagai sumber energi tubuh terutama untuk otak.
Diet ketogenik sanggup menyebabkan pengurangan yang sangat besar pada kadar gula darah dan insulin. Hal ini terjadi bersamaan dengan peningkatan keton, yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan.
Mengapa diet ketogenik sanggup mengatasi kanker?
Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sel kanker memakai karbohidrat dan gula darah untuk bertumbuh. Sedangkan ketika kita menerapkan diet ketogenik, kadar karbohidrat dan gula darah dalam tubuh akan turun secara drastis dan hal ini menciptakan sel kanker “kelaparan” sehingga perkembangannya sanggup dikurangi.
Dengan kata lain, kalau asupan karbohidrat dikurangi, maka jumlah energi yang diberikan sel ke tubuh juga akan berkurang dan kondisi ini akan memperlambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, diet ini juga akan mengurangi kadar insulin (insulin dianggap sebagai hormon yang sanggup menciptakan sel kanker berkembang dengan cepat) dan mendorong organ hati untuk memproduksi keton (sel kanker tidak sanggup menyerap keton sebagai nutrisi pertumbuhan). Dalam kondisi ini, ukuran sel kanker pun sanggup diturunkan.
Diet ketogenik sanggup meningkatkan waktu bertahan hidup pasien kanker
Pada percobaan terhadap hewan, diet ketogenik sanggup meningkatkan waktu bertahan hidup binatang penderita kanker sebesar 56%. Sedangkan pada manusia, kasus yang paling menonjol ketika ini ialah seorang perempuan penderita kanker otak berusia 65 tahun yang melaksanakan diet ketogenik. Selama menjalani diet ketogenik, pertumbuhan sel kanker di dalam tubuhnya terbukti sanggup ditekan. Namun, 10 ahad sehabis beliau kembali ke contoh makan normal, pertumbuhan sel kanker di tubuhnya pribadi naik secara signifikan.
Selain itu, dalam sebuah penelitian terhadap 16 pasien kanker, di mana 5 pasien di antaranya menjalani diet ketogenik, ternyata mereka yang menjalani diet tersebut terbukti mengalami peningkatan suasana hati dan problem insomnia mereka pun berkurang. Percobaan lain pada penderita kanker organ pencernaan juga menunjukkan penurunan pertumbuhan sel kanker sebesar 24,3% pada pasien yang menjalani diet ketogenik. Namun, sebab jenis masakan pada diet ketogenik sampai ketika ini terlalu monoton, banyak orang yang kemudian menentukan untuk menyerah.
Diet ketogenik sanggup mengurangi pertumbuhan tumor tapi tidak sanggup menggantikan pengobatan konvensional
Rudy Mawer menyampaikan bahwa diet ketogenik ialah diet anti kanker sebab sanggup mengurangi insulin, mengurangi pertumbuhan kanker, dan menurunkan kadar glukosa darah, bahkan diet ini juga sanggup mengendalikan diabetes. Dalam penelitian lain, diet ketogenik pun terbukti efektif untuk mengendalikan epilepsi, penyakit parkinson, dan penyakit alzheimer, bahkan juga merupakan metode penurunan berat tubuh yang efektif. Namun, walaupun begitu, sebagian besar dokter percaya bahwa diet ketogenik hanya efektif sebagai metode pencegahan kanker dan tidak sanggup menggantikan metode pengobatan kanker konvensional.
Daftar masakan diet ketogenik
1. Daging: daging merah, iga sapi, sosis, bacon, kalkun, ayam
2. Ikan laut: samon, trout, tuna, makarel
3. Telur: semua jenis
4. Mentega, krim: semua jenis
5. Keju: cheddar, keju kambing
6. Kacang: almond, walnut, dll.
7. Sayuran: sayuran berdaun hijau tua, sawi putih, bawang, dan cabai.
Sumber: jkvanguard/Cerpen.co.id


Sumber http://silahkanshare.blogspot.com