50 Fakta Pembulian Yang Sering Terjadi Di Lingkungan Masyarakat

0
25
50 Fakta Pembulian Yang Sering Terjadi di Lingkungan Masyarakat – Pembulian atau Bullying yaitu Hal yang biasanya disebut ketika ada yang menganggu. Berikut 50 Fakta Pembulian Yang Sering Terjadi di Lingkungan Masyarakat :
 Fakta Pembulian Yang Sering Terjadi di Lingkungan Masyarakat  50 Fakta Pembulian Yang Sering Terjadi di Lingkungan Masyarakat
50 Fakta Pembulian Yang Sering Terjadi di Lingkungan Masyarakat. Sumber Foto : HUKUM ONLINE
1. Setengah dari semua anak dibully beberapa waktu selama tahun-tahun sekolah mereka. Lebih dari 10% dari mereka dibully.
2. Banyak orang bau tanah di Luar Negeri membiarkan bawah umur mereka untuk menjalani operasi plastik untuk memerangi bullying. Misalnya, Samantha Shaw, seorang siswi kelas 1, menjalani operasi untuk mendapatkan pendengaran yang lebih kecil untuk mencegah ia ditindas. [12]
3. Lebih dari 30% dari bawah umur yang menderita laporan alergi masakan sering dibully (Diganggu) di sekolah. Sementara Alergi masakan mempengaruhi sekitar tiga juta anak. [13]
4. Gadis Ngebully dalam kelompok lebih dari yang pria lakukan. [11]
5. Meskipun anak wanita cenderung memakai bentuk emosional untuk membully, penelitian menyampaikan bahwa bawah umur wanita menjadi lebih menderita fisik daripada mereka di masa lalu. [11]
6. Kata “bully” pertama kali dipakai pada tahun 1530 dan awalnya diterapkan untuk kedua jenis kelamin dan berarti “Sayang.” Ini yaitu dari Boel Belanda, yang berarti “kekasih” atau “saudara.” Sekitar kala ketujuh belas, istilah mulai berarti “baik-baik saja sesama, “” menggertak, “dan kemudian menjadi ” melecehkan orang yang lemah. “[8]
7. Anak pria cenderung menggertak berdasarkan kelompok, menyerupai “atlet” versus “non-atlet.” Anak wanita cenderung menggertak berdasarkan status sosial, menyerupai “populer” vs. “non-populer.” [17]
8. Bullying terjadi bukan hanya di Amerika Serikat tetapi juga di seluruh dunia. peneliti internasional telah menyampaikan bahwa intimidasi di sekolah yaitu yang sering terjadi. [1]
9. Beberapa faktor meningkatkan risiko anak diganggu, termasuk orangtua  yang kurang mengkontrol, sakit atau cacat, pasif, fobia sosial, agoraphobia, dan tingkat yang lebih tinggi dan ekspresi kecemasan umum. [10]
10. Para peneliti telah menemukan bahwa intimidasi tugas (orang-orang yang membully dan korban-korban mereka) tetap cukup stabil di seluruh sekolah. Misalnya, bahkan sehabis beralih ke kelas baru, korban bullying terus menjadi korban. Namun, pada usia ke 23 tahun, tugas sering berubah dan korban bullyng yaitu yang tidak diganggu atau terisolasi secara sosial. [14]

11. Rata-rata Campur tangan Guru terjadi dalam hanya satu dari 25 insiden. [15]
12. Anak-anak yang mempunyai kesulitan berguru atau Attention Deficit-/ Hyperactivity Disorder lebih cenderung diganggu daripada bawah umur lain.
13. ” korban Bully- ” yaitu mahasiswa yang sanggup menjadi pengganggu dan korban. Mereka sering menjadi korban dan kemudian mulai mengakibatkan sikap yang sama pada orang lain. Baik mereka yang membully dan korban berada pada risiko yang lebih tinggi untuk depresi, hubungan-konflik tinggi, penyalahgunaan zat, sikap hiperaktif, dan pembolosan sekolah. [15]
14. Para peneliti mencatat bahwa bila korban perkelahian bullying dan pengganggu menang, kerugian ini hanya akan menciptakan dilema lebih jelek bagi korban. Akibatnya, peneliti beropini bahwa melawan tidak harus didorong. Sebaliknya, anak harus didorong untuk menjauh dan memberitahu orang cukup umur bila ia merasa ada orang yang berniat menyakitinya. [15]
15. Mereka yang merasa diintimidasi di kelas 6 lebih mungkin untuk melaporkan perasaan kesepian enam tahun kemudian. Mereka yang diganggu di kelas 6 merasa lebih terang-terangan berangasan di kelas 12. [14]
16. Anak-anak dengan kondisi medis yang mempengaruhi penampilan mereka, menyerupai spina bifida dan cerebral palsy, lebih mungkin untuk diganggu. [4]
17. Anak-anak yang mengalami obesitas lebih mungkin untuk diganggu. Selain itu, gadis-gadis kelebihan berat tubuh dan obesitas lebih mungkin diganggu secara fisik. [6]
18. anak diabetes yang bergantung pada insulin mungkin lebih rentan untuk  diintai oleh bullying. [4]
19. Lebih dari 83% dari orang cukup umur yang bicara gagap menyampaikan ketika bawah umur merekasering diganggu. Sekitar 71% menyampaikan bahwa bullying terjadi setidaknya sekali seminggu. [4]
20. Remaja yang gay sering mengalami intimidasi intens sehingga mereka tidak mendapatkan pendidikan yang memadai. Mereka sering aib untuk melaporkan kasusnya. [5]

21. Banyak orang cukup umur yang korban intimidasi melaporkan bahwa dari waktu ke waktu, perasaan ketidakbahagiaan dan aib menurun. Namun, mereka yang ingat intimidasi sebagai intens menyakitkan terus menyampaikan harga diri yang rendah, depresi, kesempurnaan patologis, dan neurotisisme yang lebih besar. [14]
22. remaja gay tiga kali lebih mungkin dibandingkan remaja heteroseksual untuk melaporkan bahwa mereka diganggu. Sebaliknya, remaja gay sekitar 80% lebih mungkin dibandingkan heteroseksual menyampaikan mereka telah diintimidasi orang lain. [5]
23. Pengganggu lebih mungkin untuk terlibat dalam vandalisme, mengutil, pembolosan, dan penyalahgunaan zat daripada siswa yang tidak menggertak pada anak usia dini. Ada juga korelasi pribadi antara penyalahgunaan zat dan kekerasan senjata dan sikap bullying. [15]
24. Megan Meier gantung diri tiga ahad sebelum ulang tahunnya yang ke-14-nya pada tahun 2006 sehabis mendapatkan pesan kejam di MySpace. Seorang ibu dari salah satu temannya sudah menciptakan rekening MySpace palsu untuk mengirim email yang melecehkan megen. Ibu tersebut didakwa atas kejadian tersebut tapi dibebaskan lagi. [15]
25. Orang Tua yang Terlalu berangasan dan terlalu membolehkan apa saja untuk anaknya cenderung mempunyai anak yang suka membully. [15]
26. Penelitian terang menyampaikan bahwa bawah umur usia 5 tahun yang terus-menerus mengamati intimidasi yang berlangsung dicentang atau diabaikan oleh orang cukup umur berada pada risiko yang lebih besar menjadi pengganggu .[15]
27. Ada korelasi antara bullying dan yang mengalami kekerasan. Sayangnya, pada ketika anak rata-rata memasuki TK, ia sudah menyaksikan 8.000 pembunuhan di televisi [15]
28. Sementara guru menyampaikan mereka melaksanakan intervensi 71% dari waktu dalam kejadian bullying, siswa melaporkan bahwa guru hanya ikut campur sebanyak 25%. [15]
29. Anak pria yang paling mungkin untuk melaporkan intimidasi. [11]
30. Cyberbullying (pembulian dari dunia maya) yang seksual sanggup menjadikan pengganggu yang terdaftar sebagai pelanggar seks. [15]
31. Beberapa cyberbullies berpikir bahwa bila mereka memakai nama palsu, mereka tidak akan tertangkap. Tapi ada banyak cara untuk melacak pengganggu tersebut. Selain itu, hal-hal yang pengganggu posting online sanggup mempengaruhi aplikasi kuliah dan mendapatkan pekerjaan di masa depan. [15]
32. Jumlah remaja yang mengalami cyberbullying (Pembulian dari dunia maya) bervariasi dari 10% -40% atau lebih, tergantung pada usia kelompok dan bagaimana cyberbullying secara teknis didefinisikan. [15]
33. Cyberbullying sanggup sangat berbeda dari bullying. Pertama, korban sering tidak tahu siapa yang mengintimidasi mereka atau mengapa, alasannya yaitu cyberbullies sanggup menyembunyikan identitas mereka dengan email anonim atau nama layar. Kedua, cyberbullying sanggup tiba dari virus, yang berarti lebih banyak orang menyadari intimidasi melalui Internet. Ketiga, lebih gampang untuk menjadi kejam memakai teknologi alasannya yaitu pengganggu tidak perlu melihat balasan pribadi dari korban-korban mereka. Akhirnya, banyak orang bau tanah dan guru tidak teknologi cukup cerdas untuk menyadari apa yang sedang terjadi secara online. [9]
34. Ada biasanya tiga jenis bullying. Sosial (tidak termasuk korban dari kegiatan, rumor), lisan (mengancam, mengejek, menggoda, kebencian), dan fisik (menendang, memukul, meninju, tersedak) [15
35. Ketika anak pria pengganggu, mereka cenderung memakai bahaya lebih dan intimidasi fisik pada anak pria dan perempuan. Gadis biasanya lebih lisan dan cenderung menargetkan gadis-gadis lain. [3]
36. Bullying sanggup terjadi di mana saja ada dirasakan atau ketidakseimbangan kekuasaan yang nyata, mulai dari dalam rumah ke tingkat internasional. [11]
37. Dua siswa yang terlibat dalam pembantaian Columbine tahun 1999 digambarkan sebagai siswa berbakat yang telah diganggu selama bertahun-tahun. Selama penembakan sekolah, 13 bawah umur tewas, 24 luka-luka, danmereka   kemudian bunuh diri. [15]
38.Peneliti mencatat bahwa bullying meningkat di tahun-tahun sekolah dasar, puncak di sekolah menengah, dan kemudian menghilang  ketika SMA. Mereka juga mencatat bahwa kelas 6 yaitu tahun terburuk bagi intimidasi. [11]
39. Akademis siswa berbakat, terutama mereka dengan talenta lisan yang tinggi, sering diganggu dan lebih mungkin dari siswa yang kurang berbakat untuk menderita secara emosional. [2]
40. Pada tahun 2007, lima negara terburuk untuk bullying di Taman Kanak-kanak hingga kelas 12 yaitu (1) California, (2) New York, (3) Illinois, (4) Pennsylvania, dan (5) Washington.
41. Setiap hari, 160.000 siswa mangkir sekolah alasannya yaitu mereka takut mereka akan diganggu. [7]
42. Tiga puluh persen dari siswa yang menyampaikan mereka telah diintimidasi menyampaikan mereka adakala membawa senjata ketika sekolah. [11]
43. Ini yaitu mitos bahwa bullying kemungkinan besar akan berhenti bila diabaikan. Mengabaikan pengganggu memperkuat mereka dan mereka sanggup menganggu lebih sering lagi. [15]
44. Sangat mungkin bahwa bila seseorang diganggu di sekolah, mereka juga akan diganggu dalam angkatan kerja. [14]
45. Selebriti yang melaporkan ditindas di akademi termasuk Lady Gaga (yang dilemparkan di daerah sampah), Rosario Dawson (untuk yang datar dada), Fred Durst (dikenal sebagai underdog), Kate Winslet (untuk menjadi gemuk), dan Michael Phelps (untuk formulir kurus dan pendengaran besar). [16]
46. Sebuah jajak pendapat 2007 menemukan bahwa 1/3 dari pekerja, atau 54 juta orang Amerika, dilaporkan dibully di daerah kerja [15]
47. Hanya 1 dari 10 korban cyberbullying memberitahu orang tua. Kurang dari 1 dalam 5 kejadian cyberbullying dilaporkan ke polisi. [15]
48. Diperkirakan 40% -75% dari intimidasi di sekolah berlangsung selama istirahat, menyerupai ketika jam istirahat, ketika makan siang, di lorong, atau di toilet. [15]

49. Menurut sebuah survei tahun 2004 dari 4 melalui siswa kelas 8, 53% dari bawah umur melaporkan bahwa mereka memakai internet untuk menyampaikan sesuatu yang negatif wacana anak lain. [15]
50. Banyak dari orangtua tidak menyadari bahwa anak mereka tengah mengalami pembulian di sekolah. (Sebaiknya orangtua lebih memperhatikan anaknya lagi)
Demikianlah 50 Fakta Pembulian Yang Sering Terjadi di Lingkungan Masyarakat. Silahkan Dishare Jika bermanfaat.